Punya bisnis atau freelance tapi masih bikin invoice manual atau pakai template yang tidak rapi? Bikin sendiri di Excel itu lebih mudah dari yang dikira, dan hasilnya bisa jauh lebih profesional. Ini tutorialnya dari nol.
Struktur Invoice yang Profesional
Sebelum mulai bikin, pahami dulu anatomi invoice yang benar. Dari atas ke bawah:
- Header — nama/logo bisnis, alamat, kontak, NPWP
- Info Invoice — nomor invoice, tanggal invoice, tanggal jatuh tempo
- Data Klien — nama, alamat, kontak klien/pembeli
- Tabel Item — no., deskripsi, qty, harga satuan, subtotal
- Ringkasan — subtotal, diskon, pajak (PPN), total
- Informasi Pembayaran — rekening bank, cara bayar
- Catatan — terms, ucapan terima kasih, dll
Setup Spreadsheet Excel
Buka Excel baru, lakukan ini dulu sebelum isi konten:
- Ubah orientasi kertas ke Portrait (Page Layout → Orientation → Portrait)
- Set ukuran kertas ke A4 (Page Layout → Size → A4)
- Atur margins: semua 1.5 cm (Page Layout → Margins → Custom)
- Aktifkan gridline view tapi matikan untuk print (View → Gridlines hanya untuk tampilan)
Rumus-rumus Penting untuk Invoice
Subtotal per item:
=D5*E5 (jumlah × harga satuan)
Total subtotal semua item:
=SUM(F5:F20) (jumlahkan semua subtotal)
Diskon (misalnya 10%):
=F22*0.1 atau =F22*G22/100 kalau persentase diskon ada di sel G22
PPN 11%:
=(F22-F23)*0.11 (PPN dari total setelah diskon)
Grand Total:
=F22-F23+F24 (subtotal - diskon + PPN)
Membuat Invoice Jadi Template
Setelah invoice jadi, simpan sebagai template agar bisa dipakai berulang:
- File → Save As → pilih format Excel Template (.xltx)
- Setiap kali buat invoice baru, buka template ini dan Save As dengan nama nomor invoice
- Isi datanya dan export ke PDF sebelum dikirim ke klien
Butuh Template Invoice yang Sudah Jadi?
Kalau tidak mau ribet bikin dari nol tapi butuh invoice yang profesional dan sesuai kebutuhan bisnismu, layanan edit Excel JasaEdit.id bisa buatkan template invoice custom sesuai branding bisnismu — lengkap dengan rumus otomatis yang sudah siap pakai.